Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

“Sinar Cinta yang Abadi"

  Cinta yang kau beri menusuk jiwaku, Sayangmu melingkupi, tiada terkira. Seperti matahari yang tak mampu kutepis, Kaulah sinar yang menerangi hidupku. Di antara ruang hati, engkau berkembang, Seiring waktu berjalan, semakin dalam cintaku. Setiap detik kau bersamaku, tak tergantikan, Kau memayungi, menjaga dari dinginnya dunia. Betapa sulit untuk menduakan dirimu, Tak mungkin, tak terlintas sedikitpun. Engkau adalah segalanya bagiku, Cinta yang sungguh, sayang yang abadi. Maka biarkanlah hati ini tulus memuja, Setiap hembusan nafas, setia padamu. Cintamu menusuk, sayangmu menguatkan, Di alam batin, kita bersatu selamanya. (fzr)

“Labirin Cinta”

Betapa sulitnya hatimu untuk dapat kumiliki, Seperti bulan yang tak tergapai tinggi. Menjadikan hati dalam ragu yang menggebu, Bingung Kemana arah tuk mendekatimu. Kucoba mencari cahaya yang pasti, Namun, labirin ini membingungkan hati. Bingung dalam langkahku, terhenti sejenak, Tak tahu arah, ke mana ku melangkah. Jiwa ini ingin tetap meraihmu, Namun, bagaikan bintang di langit malam cerah. Tiada berdaya dalam kebimbangan, Apakah akan bermuara atau hanya mimpi belaka? Meskipun bingung dalam kepastian, Ku jalani dalam tekad yang setia. Mungkin, waktu akan menjawab pertanyaan itu, Betapa sulitnya hatimu, namun pasti kumiliki. (fzr)

“Harapan di Ujung Jalan”

   Di ujung jalan, kuharap kau tiba, Wahai engkau, kebahagiaan yang kini kudamba.   Dalam setiap langkahku, aku menanti,   Sentuhan hangatmu, cahaya yang berseri. Melangkah perlahan, dalam kerinduan yang mendalam,   Di antara bayangan, kau terpampang begitu jelas.   Engkau, sumber cerita yang mengalir dalam jiwa,   Membawa pesona, menyapaku dengan cinta. Kadang, langit mendung menyelimuti harapan,   Namun, dalam hatiku tetap berkobar bara,   Bahwa suatu saat kau akan tiba,   Menyinari malamku dengan sinar kebahagiaan. Oh, betapa ku rindu akan hadirmu,   Wahai engkau, penyejuk dalam kehausan.   Di ujung jalan ini, kutunggu dengan sabar,   Sampai saat kau datang, membawa keajaiban yang hakiki.

“Sampai Kapan”

Sampai kapan ku harus bertahan? Di kala malam merajut senja Mengurai benang kesendirian Di antara reruntuhan hati yang terluka Sampai kapan ku harus bertahan? Menahan derita yang tak berujung Seperti ombak yang terus menghantam Menghapus jejak harapan yang pudar Sampai kapan ku harus bertahan? Mencari jawaban di tengah kegelapan Yang menyelimuti langit jiwa yang gelap Tanpa bintang yang membimbing arah Sampai kapan ku harus bertahan? Mendengarkan bisikan waktu yang tak terhenti Menyusuri lorong-lorong kesunyian Yang menyambutku dengan dinginnya hampa Namun, walau pergulatan terasa tak berujung Akan tetap kuhadir dengan tekad yang teguh Menapaki setiap langkah dengan keyakinan Bahwa esok pasti kan tiba, membawa cahaya baru Sampai kapan ku harus bertahan? Mungkin hanya Tuhan yang tahu Namun ku akan terus berdiri Hingga jawaban itu tiba bersama fajar yang menggenggam harapan. (fzr)